
Ponorogo, kota yang hampir berusia 512 tahun ini memiliki perjalanan historis yang kompleks. Sejak era kerajaan kuno, di wilayah Ponorogo sudah ada cikal bakal Kabupaten Ponorogo, yakni Kerajaan Bantarangin yang beribukota di daerah Somoroto. Legenda Reyog Ponorogo pun bermula pada kurun waktu tersebut. Dikisahkan bahwa Prabu Kelanasewandana, raja Bantarangin saat itu, bersaing dengan Singabarong, raja Lodaya, untuk memperebutkan Dewi Sanggalangit, putri dari kerajaan Kahuripan. Melalui pertarungan yang panjang, akhirnya Prabu Kelanasewandana berhasil menaklukkan raja dari Alas Lodaya, kerajaan di hutan belantara yang sekarang masuk dalam wilayah Kabupaten Blitar itu, dan mendapatkan Dewi Sanggalangit, putri ayu dari kerajaan yang sekarang masuk dalam Kabupaten Kediri. Setelah era pemerintahan Prabu Kelanasuwandana berakhir, Bantarangin mulai kehilangan pamornya dan digantikan dengan munculnya Kerajaan Wengker yang berpusat di daerah Kutu. Wengker mencapai puncak keemasannya pada periode keempat sampai wafatnya Ki Ageng Suryo Ngalam, dan mulai pudarlah kekuasaan Wengker di tanah Ponorogo.
Kemudian berlanjut pada era ketika Raden Kathong menjadi Adipati di Kadipaten Ponorogo ini. Founding father Ponorogo inilah yang mulai menggunakan istilah Ponorogo untuk daerah yang dipimpinnya. Mengingat Raden Kathong adalah sosok yang relijius, pada masa itu Ponorogo mengalami titik tolak menuju sublimasi kebudayaan asli yang berasal dari agama Hindu dan kebudayaan Islam yang berasal dari syi’ar kerajaan Demak. Seperti halnya penyebaran Islam di tanah Jawa yang didominasi dengan kearifan dalam menyikapi budaya lokal, demikian juga Raden Kathong menggiatkan penyebaran Islam di Ponorogo.
(Mengingat banyaknya macam-macam versi tentang sejarah Ponorogo, saya menuliskan sejarah ini berdasarkan kolaborasi berbagai sumber, serta referensi dari BK, teman saya yang menjadi finalis Kakang Senduk 2006)
Akankah Ponorogo Seperti Jogja?
Menilik pada latar belakang kesejarahan Ponorogo yang demikian menarik, tidaklah berlebihan jika saya menyandingkan Ponorogo dengan Jogja. Mengapa? Hal tersebut tak lepas dari karakteristik masyarakat Ponorogo dan Jogja cenderung seirama, terlebih jika ditinjau dari segi elaborasi akrab antara budaya lokal dan agamanya. Di Ponorogo misalnya, ada Grebeg Suro yang salah satu ritualnya, Larung Risalah Do’a dianggap merupakan amalan syirik yang tidak perlu dilestarikan. Juga ada Tari Reyog yang kerap menjadi ikon nasional di berbagai event kebudayaan internasional dan sempat “dicuri” negeri tetangga. Begitu juga dengan Jogja, kota kesultanan ini memiliki perpaduan hangat antara Grebeg Sekaten dan Islam Jawa yang cantik.
Dari aspek kepariwisataan pun, sebenarnya Ponorogo berpotensi untuk menyamai pencapaian Jogja. Sekurang-kurangnya dihitung dari segi wisatawan yang masuk, baik mancanegara maupun domestik. Namun, karena kurangnya publikasi dan upaya mempercantik diri yang masif, perkembangan kepariwisataan Ponorogo hampir cenderung berjalan di tempat. Padahal, Ponorogo bisa mencontoh Jogja yang telah berhasil mengoptimalkan peluang datangnya wisatawan dari kekayaan budaya yang dimiliki. Sehingga, dapat dipastikan setiap ritual-ritual tradisional yang diselenggarakan di Jogja selalu menjadi jujugan wisata.
Sebenarnya Ponorogo sudah memiliki aset penting dalam bidang ini, jadi tinggal memaksimalkan kemampuan yang dimiliki. Yakni Pagelaran Grebeg Suro sebagai peringatan Hari Lahir Ponorogo dengan event-event nasional, di antaranya Festival Reyog, Pemilihan Kakang-Senduk, Kirab Pusaka, Larung Risalah Do’a, dan event pendukung lain seperti Lomba Ngeblog tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh kotareyog.com. Jika Pemerintah bisa bersatu-padu bersama masyarakat untuk bertekad memajukan tradisi kebudayaan leluhur, pasti gairah kehidupan di Ponorogo menjadi lebih baik.
Ponorogo sudah memiliki modal untuk menjadi seperti Jogja, bahkan bisa lebih cemerlang jika dipersiapkan, ditata, dan dirawat dengan baik. Dengan keragaman budayanya yang tidak diragukan lagi, Ponorogo adalah Culture Homeland. Dengan kekentalan agamanya dibuktikan dengan adanya Masjid Pondok Tegalsari yang dirintis oleh Kyai Kasan Besari dan bisa mengorbitkan pujangga jadug sekelas Raden Ngabehi Ronggowarsito, Ponorogo adalah Religious Homeland. Dengan kekayaan keintelektualannya dibuktikan dengan predikat Kota Pelajar dan Santri, karena semakin banyaknya sekolah-sekolah berkualitas di kota ini, juga dengan adanya Pondok Gontor yang bahkan berkelas internasional, menunjukkan bahwa Ponorogo adalah Intelectual Homeland.
Visit Ponorogo…
Cultural Homeland…
Religious Homeland…
Intelectual Homeland…
The Reyog Homeland…
<p>kabupaten ponorogo (12) SEJARAH KOTA PONOROGO (5) kyai kasan besari (5) sejarah ponorogo (3) artikel kakang senduk (3) aspek-aspek kerajaan kahuripan (3) sejarah masjid tegalsari Ponorogo (2) KERAJAAN BANTARANGIN (2) ki ageng kutu kyai kasan besari (2) perkembangan reog ponorogo (2) panas bumi di ngebel ponorogo (2) nominasi kakang senduk ponorogo 2010 (2) macam tari ponorogo (2) sistem ekonomi kerajaan kahuripan (2) tari reog (2) bacaan bilal sholat tarawih daerah kediri (2) latar belakang tari reog ponorogo (2) bantarangin (2) sekolah di kotamadya ponorogo (1) penyebaran islam di ponorogo (1)</p>
ponorogo is everything! huhu… kota yang memiliki nilai historis sangat tinggi, memiliki seni budaya yang kemudian menjadi icon Indonesia di dunia internasional.
Seluruh warga Ponorogo harus ikut berperan memajukan daerahnya sendiri. Sehabis kuliah ayo balik ke Ponorogo membangun dan mengembangkan Ponorogo
Hok Yaaaaa….
det’s last writing..Wajah Baru Portal Suara Surabaya Net
[Reply]
awak paling suka neh cerita ginian…!! budaya
[Reply]
[...] http://biasasaja.com/2008/12/menatap-ponorogo-di-masa-depan/ [...]
Saya tidak paham detail status Ponorogo, kotamadya ataukah Kabupaten, ataukah justru keduanya, tapi saya mengenal Ponorogo sejak kecil. Selama ini, walau saya tak pernah meneliti secara ilmiah, tapi saya menangkap bahwa kita, terhadap kota kabupaten di propinsi lain biasanya tak mengenal dengan baik atau bahkan tak mengenal sama sekali. Saya sendiri tidak hafal dengan 35 Kabupaten / kodya di Propinsi saya, apalagi di propinsi lain. Tapi tidak demikian dengan Ponorogo. Artinya, saya pengin mengatakan, Ponorogo punya kelebihan yang tak dimiliki oleh semua daerah, yaitu memiliki daya tarik atau icon yang menasional bahkan mendunia. Salah satunya adalah reog.
Selamat buat Ponorogo, Sukses buat masyarakat Ponorogo.
Sukses buat kita.
marsudiyanto’s last writing..Twain
[Reply]
hoho ponorogoku.. thanks postingannya.. walo aku asli ponorogo.. jujur aku ga bgitu paham dg ponorogo.. :)
azaxs’s last writing..Spirit Idul Adha
[Reply]
wew seru critanya :)
[Reply]
Ponorogo tuh dmn ya? Maklum blm pernah kesana, heheheh…
- s L i K e R s -’s last writing..Money Game
[Reply]
uhuy seeeppppp singkat padat dan jelaz
tob markotob pokok na, bdw thanks 4 your comment in my last post, remind me.
dinda_cute’s last writing..Ponorogoku Yang Kaya Dan Melimpah
[Reply]
di ponorogolah diriku nikah
ama gadis ponorogo
sehingga anaku jadi anak ponorogo
[Reply]
hebad tulisanya
semoga menang yak
[Reply]
ponorogo memang sip
critone komplit om
meylya’s last writing..Blogaholic, Alcoholic dan Bookaholic
[Reply]
hmmmm, Ponorogo mempunyai nilai history yang sangat tinggi, tinggal bagaimana kita menjaga dan melestarikannya…
Glory Ponorogo!!
aCist’s last writing..Pasrah aCist
[Reply]
[Reply]
weh aku gak jualan jamu loh hiks…hiks…
direnovasi maneh kie mas
[Reply]
[Reply]
kren postingannya, lengkap, komplit..hehe..otonya jg…lucu…hahaha..
well, mksh jg loh udah mmpr k blogQ slm knl
[Reply]
Tak akan pernah habis memang membicarakan Ponorogo…
[Reply]
[Reply]
salam balik dap. hehe..
salam damai indonesia.
grebeg suro gak tau ki dateng ora.
cadangan devisaku mepet je..
kecuali klo aku termasuk nominasi. hix..hix.. hix..
tp saingane berat2 je..
sama blogmu ja kalah bagus..
h-lah
yang penting bermanfaat bagi bangsa lah
dz4ki.blogspot.com
visit indonesia year yo’s last writing..MENGUNGKAP KEARIFAN LOKAL REOG PONOROGO
[Reply]
pak aku komen…
unting’s last writing..Generic Host Process for Win32 Services Error
[Reply]
alhamdulillah dah mulai menyemarakkan lomba blogger yah…syukurlah ..
naimul’s last writing..Ikatlah Ilmu Dengan Tulisan
[Reply]
[Reply]
ayo dukung kemajuan pOnorogo…..
alief’s last writing..HidupBelajar.co.cc Blank
[Reply]
singkat padat menarik…. bagus bung!!!!
akatsvki’s last writing..budaya dan potensi ponorogo
[Reply]
[Reply]
[...] karena itu, Pemkab Ponorogo sebagai pemangku kota dengan latar belakang budaya yang anggun, agama yang kokoh, dan pendidikan yang cerdas, diharapkan segera mengambil [...]
keren mas artikelnya
moga2 menang yaa
iBnu’s last writing..THE DAY THE EARTH STOOD STILL | Film Tentang Bumi
[Reply]
semoga menang mas…. keren nih artikel
abie’s last writing..Ponorogo Online
[Reply]
[Reply]
linknyaaa udah saya pasang …
[Reply]
ponorogo berjaya yah..
debrian’s last writing..Mengapa kita dilatih sebagai pekerja ??
[Reply]
[Reply]
review kota sendiri ya
semoga kotanya tambah berkembang ^_^
annosmile’s last writing..Kontes Awal Tahun dari Ujan.org
[Reply]
oh ponorogoku
.-= jidat´s last blog ..bokep & chatting mengenalkanku internet =-.
[Reply]
Bingung dan gundah mencermati cerita sejarah.
Wolak-walik bahasa yang menjadikan cerita mebelokkan fakta.
saya bukan asli 100% asli Ponorogo, tapi saya bangga terlahir di kota yang mempunyai kesenian Reyog ini.
Seribu kata tak cukup untuk memberikan ungkapan takjud dan kagumku.
Semoga semakin maju dan sukses sejahtera seluruh warga Ponorogo.
amien.
.-= pardi´s last blog ..Eksplorasi Panas Bumi ?Ngebel – Kawah Ijen =-.
[Reply]
Cikal bakalq ponorogo asli,nanging aq saiki terdampar neng kutho suroboya,malah sakdurunge aq kelunto2 teko negorone uwong.jane kutho pnorogo duwe ”Nama Besar” Harapanq aq iso muleh menyang tanah utah darahq ponorogo kanthi urip mulya bareng karo sedulur kabeh,nanging sampek kapan lakon uripq iki.Dulur2ku kabeh opo ora eneng sing ndelok babar blas lakon uripq iki,dungaknoae yo dulurrrr…………………………
[Reply]