Ah, benar-benar 17 hari yang sepi. Sejak terakhir menulis tentang presiden, putra presiden, politik, dan (ehm) Arwina. Semuanya terpublikasikan paling dekat 17 hari yang lalu. Yah, memang akhir-akhir ini saya tersibukkan
oleh banyak hal, seperti UTS individual dan serangan hacker. Bersambung »
Masjid di kampung saya, tidak sepi dan juga tidak ramai. Tidak pernah ada shalat dengan jama’ah lebih dari lima shaf. Sebaliknya, tidak pernah juga hanya satu shaf. Lebih dari itu, masjid yang berdiri sejak tahun 1994 ini memang unik. Bersambung »
Matarmaja Madiun-Jakarta membawa kita akhir bulan lalu
Arwina, kau sebut namamu
Azam, aku juga menyebut namaku
Tanpa jabat, tetap hangat
Meski malam mendera dengan kereta beradu rel yang menderu Bersambung »
Beredarnya isu putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edy Baskoro, terlibat politik uang di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mendapat perhatian khusus pihak kepolisian. Bahkan, Wakil Kepala Bareskrim Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Hadi Atmoko dan Kepala Kepolisian Daerah Jatim Irjen Pol Anton Bahrul Alam, Selasa (7/4) malam di Surabaya, Jatim, merasa perlu memberikan keterangan pers.
Ah, akhir-akhir ini saya merasa ada yang hilang. Aneh aja rasanya. Entah, yang pasti hasrat untuk menulis dan berbagi di blog biasasaja ini seolah layu. Tulisan terakhir tentang politik caleg dan capres sudah lama, 2 minggu yang lalu. Bersambung »
Pemilihan Umum Legislatif sudah di depan mata. Namun, peraturan yang menentukan bahwa hasil Pemilu 9 April ini adalah terpilihnya anggota legislatif nampaknya belum dipahami benar. Mayoritas lembaga survey melaporkan, sekitar 70% pemilih akan memilih partai politik daripada caleg. Diperparah lagi dengan hampir 30% sisanya yang sebenarnya memilih caleg, namun menurut saya salah. Miris. Bersambung »
Ini mosi tidak percaya
Jangan anggap kami tak berdaya
Ini mosi tidak percaya
Kami tak mau lagi diperdaya
(Efek Rumah Kaca – Mosi Tidak Percaya) Bersambung »