Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Dalam rangka pembangunan nasional, dianjurkan pada seluruh bangsa Indonesia untuk turut berjuang mengembalikan jati diri bangsa. Diharapkan dengan adanya kampanye ini, Indonesia bisa mengembalikan jati diri bangsanya yang nyaris terkikis oleh infiltrasi budaya-budaya asing.
Membaca pamflet itu, Joko lantas berkata pada teman-teman sepermainannya, ”Cobalah renungkan. Betapa bangsa ini nyaris kehilangan jati dirinya!”
Robi menyahutnya dengan bertanya, ”Apa maksudmu dengan kehilangan jati diri? Selama ini kita juga menikmati bahwa bangsa kita seperti ini. So, what?”
Ghazi menambahi, ”Joko benar. Kalau kita mau berfikir, kita pasti bisa sadar bahwa akhir-akhir ini bangsa Indonesia semakin terpuruk dalam kapitalisme dan globalisasi. Seharusnya kita segera berjuang untuk kembali mengembalikan jati diri bangsa kita, khususnya sebagai umat Islam!”
Robi lantas bertanya, ”Apa maksudmu dengan sebagai umat Islam, Ghazi? Kita akan mengubah jati diri bangsa Indonesia menjadi bangsa muslim, begitu?”
”Bisa iya, bisa tidak. Tapi, aku yakin dengan mengikuti jalan-Nya kita bisa kembali memiliki jati diri yang nyaris hilang ini” Ghazi menjawabnya.
”Bah! Aku tak sanggup jika bangsa Indonesia menjadi bangsa Islam. Bayangkan, bagaimana jati diri umat Islam sekarang yang kerap dicap teroris. Aku tak ingin jika bangsa Indonesia disetir menuju arabisasi.” Robi buru-buru menolak.
Joko lantas menengahi, ”Jangan seperti itu, kawan. Ada yang jauh lebih penting yang harus kita pikirkan sekarang. Bukan tentang memilih jalan-Nya atau menjauhinya, tapi ini tentang mengembalikan jati diri bangsa. Jati diri bangsa kita sendiri! Apa kamu tidak sadar bahwa bangsa Indonesia sudah memiliki jati diri sebagai bangsa yang ramah dan welas asih? Bangsa pemilik surga khatulistiwa yang gemah ripah loh jinawi ini adalah bangsa yang memilik jati diri. Tak perlulah kita mengimpor jati diri, baik dari Arab atau dari Jepang, apalagi dari Amerika.”
”Ya, aku juga setuju bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki jati diri asli sebagai bangsa Melanesia. Namun, menurutku alangkah lebih baiknya jika kita kembali kepada jalan-Nya sebagai langkah untuk mengembalikan jati diri bangsa kita ini?” Ghazi tetap berkelit dalam keyakinannya.
Robi kembali bertanya, ”Apakah maksudmu kembali pada jalan-Nya adalah dengan mengimpor budaya Arab untuk diserap sebagai jati diri bangsa kita? Bukankah menuju jalan yang kamu maksud bukannya kembali, tapi pergi meninggalkan jalan kita?”
”Okelah kita bisa Islami dalam bersikap untuk mengembalikan jati diri bangsa, tapi kalau kita harus Arabi, no way! Bedakan antara Islam dan Arab!” Joko mulai mengeras.
”Astaghfirullah…. Jangan rasis seperti itu, Joko. Kita sebagai umat Islam pasti mengakui bahwa bangsa Arab adalah bangsa Nabi Muhammad, sang manusia terbaik. Kita juga harus mengikuti sunnah-sunnah beliau.” Ghazi bersikukuh.
”Hem, kamu bilang jangan rasis, tapi dengan sikapmu yang seperti itu seolah-olah kamu mengatakan bahwa jati diri bangsa Arab jauh lebih baik daripada bangsa Indonesia.” Robi mencibir Ghazi.
”Bukan begitu, Robi. Seluruh umat manusia adalah sama. Yang membedakan adalah ketakwaannya. Kita harus belajar dari bangsa yang lebih bertakwa, yang cenderung lebih berjati diri, yang militan dan teguh dalam beragama.” sahut Ghazi.
Robi kemudian, ”Well, jika kamu tetap ingin arabisme untuk mengembalikan jati diri bangsa kita, please don’t touch me! Ok?”
”Ya ya ya, jangan makin emosi seperti ini, kawan. Kita harus sadar bahwa jati diri bangsa Indonesia adalah bangsa yang menghargai perbedaan. Robi tidak bisa menolak arabisme mentah-mentah. Begitu juga Ghazi, kamu juga tidak bisa memaksakan arabisme mutlak untuk mengembalikan jati diri bangsa kita. Kita harus santun dalam bersikap, karena itulah jati diri bangsa sebenarnya.” Joko kembali menengahi.
”Baiklah, kita berbeda, Ghazi. Then, don’t touch me ya” kata Robi.
Ghazi menggumam, ”Semoga Allah mengampuni dosamu, Robi.”
”Sudah sudah, sekarang salaman. Kita harus bersatu dalam perbedaan yang kita miliki, karena ada agenda yang lebih penting di depan kita; mengembalikan jati diri bangsa.” pungkas Joko mantap.
mengembalikan jati diri bangsa (17) maksud jati diri dalam masyarakat globalisasi (4) bacaan bilal shalat tarawih dengan tulisan arab (2) jati diri muslim (1) jatidiri bangsa islam (1) kebudayaan sebagai jatidiri bangsa (1) maksud jati diri (1) akibat globalisasi terhadap mengembalikan jati diri bangsa (1) mengembalikan jati diri bangsa arab (1) mengembalikan jati diri bangsa bokep ponorogo (1) mengembalikan jati diri bangsa dengan bokep (1) mengembalikan jati diri bangsa ponorogo (1) mengembalikan jati diri blogpreneur sejati (1) jati diri bangsa indonesia yang biasa saja (1) Fenty Fitriawaty british council (1) bacaan bilal diantara shalat tarawih (1) bacaan bilal jika mau sholat witir (1) bacaan bilal sholat idul fitri arab (1) bacaan bilal tarawih (1) bacaan BILAL witir (1)
mosok mas?
jati diri bangsa yang mana mas yang mau dikembalikan
ciwir´s last blog ..Install Google Earth di Ubuntu
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
August 27th, 2009 at 13:19
@ciwir, jati diri bangsa yang sudah dibuat menjadi lemari dan dipan itu loh….
[Reply]
arabi itu artinya tidak rabi ya mas
suryaden´s last blog ..Ubuntu 9.10 Karmic Koala Alpha 4 
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
August 27th, 2009 at 13:21
@suryaden, yak, betul banget. 100 buat sodara!
[Reply]
Katanya, tujuan para teroris itu adalah hendak mendirikan NII (negara islam indonesia)
Bisa kita anggap itu adalah gerakan separatis mas.. harus dibasmi
Sanjaya´s last blog ..Android vs Windows Mobile
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
August 27th, 2009 at 13:26
@Sanjaya, Hancurkan! Yang penting kan kita harus mengembalikan jati diri bangsa….
[Reply]
bisnis pulsa eranet | jidat Reply:
August 27th, 2009 at 16:48
@denologis yang biasasaja, ora muncull tokomentarku?
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
August 28th, 2009 at 09:37
@bisnis pulsa eranet | jidat, mengembalikan jati diri bangsa
Jangan berantem dan bikin masalah aja, diselesaikan baik-baik itu lebih bagus
Fenty´s last blog ..Proses menghafal 
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
August 28th, 2009 at 09:38
@Fenty, betul mbak, perdamaian dan kebersamaan adalah kunci untuk mengembalikan jati diri bangsa
[Reply]
sesuk maneh wae.. aku tak stop dreaming wae kang
bisnis pulsa eranet | jidat´s last blog ..By: aziz
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
August 28th, 2009 at 09:39
@bisnis pulsa eranet | jidat, gembul
[Reply]
mlebu spam to kang?
bisnis pulsa eranet | jidat´s last blog ..By: jidatbaok
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
August 28th, 2009 at 09:40
@bisnis pulsa eranet | jidat, mlebu ati
aku sik mengembalikan jati diri bangsa wae ki….
[Reply]
[...] justru menjadi energi yang kuat untuk merangkai persatuan. Ya, persatuan dalam perbedaan, seperti jati diri bangsa kita yang Bhinneka Tunggal [...]
ok…ok..!!
yang saya tanyakan nama-nama tokoh di atas inspiratornya siapa(apa) ya?
ok… i think enough, then don’t touch me
aziz´s last blog ..Lethologika
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
September 4th, 2009 at 11:19
@aziz, bukan masalah inspirator, karena inspirasi itu jauh lebih tidak penting jika dibandingkan dengan cita-cita untuk mengembalikan jati diri bangsa
[Reply]
[...] memberikan ucapan selamat hari raya Idul Fitri tersebut, setidaknya kita sudah berusaha untuk mengembalikan jati diri bangsa dan kembali membersihkan hits-score hubungan di antara kita. Istilah populernya di masyarakat kita, [...]
weh..
kok gak dukung jatidirine jogloabang..
Bisnis Pulsa Eranet´s last blog ..Kontes SEO Bisnis Pulsa Eranet
[Reply]
annosmile Reply:
October 1st, 2009 at 18:26
weleh moderasi
annosmile´s last blog ..Kontes SEO Bisnis Pulsa Eranet 
[Reply]