Efek Rumah Kaca (ERK) adalah sebuah band independen yang bisa menjadi alternatif bagi penikmat musik kreatif, seperti saya.
Band yang digawangi Cholil, Akbar, dan Adrian ini baru saja merilis album kedua yang bertitel Kamar Gelap pada 19 Desember 2008 lalu. Dengan masih mempertahankan ide-ide kritis seperti pada album pertama, kali ini ERK juga menebar 12 formula lagu “teror”.
Komposisi musik yang dibawa ERK memang sangat kontras dengan selera pasar musik Indonesia, namun ERK bisa menjadi oase penyegar bagi telinga-telinga yang muak dengan lagu-lagu cinta picisan tak bermutu penguasa pasar saat ini. Di saat makin menggeliatnya penggunaan bahasa populer seperti kata Kangen, Emang, Kawin, Sama (untuk menggantikan kata Dengan/Pada), Gitu, dll, ERK justru menawarkan alternatif kata Linier, Tersier, Anestesi, Mosi, Alibi, dan berbagai kata cerdas lainnya.
Band peraih penghargaan The Best Cutting Edge pada MTV Indonesian Award 2008 ini juga dikenal sebagai penggiat HAM. Dibuktikan dengan lagu Di Udara (album self-titled), dan partisipasinya dalam album Untuk Munir yang didedikasikan khusus untuk aktifis HAM itu.
Dalam album kedua ini, ERK menampilkan lagu Tubuhmu Membiru Tragis sebagai lagu pertama. Lagu ini berkisah tentang penguasa yang selalu mendapat bisikan dan hasutan dari kroni-kroninya. Kemudian lagu Mosi Tidak Percaya yang menyentil kinerja lembaga eksekutif-legislatif-yudikatif negeri ini. Single pertama dari album ini adalah lagu dengan judul yang panjang dan musik yang centil, Kenakalan Remaja di Era Informatika. Lagu ini dirilis untuk menyikapi maraknya video porno yang oleh kebanyakan remaja dibuat sebagai kenangan, namun justru kemudian disebarluaskan.
Melihat fenomena sosial yang tetap semrawut, ERK mencoba membangunkan Ibu Pertiwi dengan lagu Menjadi Indonesia. Juga dengan lagu Banyak Asap di Sana, sebagai warning bagi pemuda-pemudi desa yang berharap tanah mulia di sana, di kota. Sebuah kritik cantik untuk fenomena urbanisasi yang kian menjadi. ERK juga mencoba menganalogikan hidup sebagai Balerina yang penuh keseimbangan.
Selain enam lagu favorit saya tersebut, masih ada enam lagu lain yang sebenarnya tidak kalah mempesona. Ada Jangan Bakar Buku, Hujan Jangan Marah, Kamar Gelap, Laki-laki Pemalu, Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa, dan Lagu Kesepian.
Jika anda penikmat ERK (dan musisi kreatif-progresif lainnya), pasti bisa menemukan perbedaan antara album perdana dan kedua. Mulai dari musikalitas yang semakin terasah sehingga bisa menghasilkan musik ekspresif dan lebih menghentak, juga lirik yang sepertinya ingin bermain-main dengan rima. Namun, jika anda belum mengenal ERK, saya merekomendasikan band ini untuk mengisi playlist Winamp dan Music Player anda. :)
efek rumah kaca band (5) komentar lagu banyak asap disana (3) blukuthuq (1) efek rumah kaca grup musik (1) efek rumah kaca lagu kesepian bagus (1) muam (1) rumah jaman moderen (1) rumah kaca moderen (1)
[...] December 26, 2008 Masih ingat pada Efek Rumah Kaca? Grup Band kreatif dengan 3 personil ini baru saja merilis album keduanya yang bertitel Kamar Gelap. Baca sisi lain dari album dan band ini menurut perspektif saya di sini. [...]
yup kita bisa menggunakan musik untuk menanggapi dan menyindir akan kesalahan-kesaahan yang sudah dianggap benal yang selama ini malah jadi budaya kita :)
arifudin’s last writing..Menampilkan form pada postingan wordpress
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:32
@arifudin, musik adalah bahasa alternatif untuk menyuarakan suara Tuhan.
[Reply]
hem manarik untuk di simak, aq rung tau ngrungok ne lagune hehee
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:33
@unting, monggo disimak.
[Reply]
Aku malah pertama kali liat gambar kambingnya geli jadi ga fokus ke isi postingan hahaha
Lala’s last writing..Catatan Si Boy (Remake)
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:34
@Lala,
[Reply]
Blom pernah dengerin ni band, tapi kayanya menarik
Eljaholic’s last writing..Telkom Butuh Pesaing
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:34
@Eljaholic, very recommended deh.
[Reply]
nunggu file mp3 downloadnya
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:36
@annosmile, silakan mencari…. :p
[Reply]
sebenernya emang udah takdirnya begini yang ditentukan sana YANG KUASA..
arikaka.com’s last writing..KAPANLAGI NGIBUL
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:37
@arikaka.com, sabar sabar sabar….
[Reply]
merapat ke 4shred.com ah kale aja ada lagu2nya .. hehe
aRai’s last writing..Hitam Putih
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:37
@aRai, monggo….
[Reply]
waklah, kiran posting ttg globar warming, hiks, ternyata nama group band toh, mas. btw, selamat tahun baru 1430 H dan 2009 M, mas deno, semoga sukses selalu!
sawali tuhusetya’s last writing..Hijrah Spiritual dan Intelektual Menjelang Pergantian Tahun
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:38
@sawali tuhusetya, iya Pak. ini nama grup band yang bisa “bersuara”
[Reply]
belum pernah denger… bagus ya? jenis musiknya kayak gimana sih?
ichanx’s last writing..Bajaj Pulsar Mengundang Maut
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:39
@ichanx, keren kok bro!
[Reply]
wah, saya baru tahu… Hohoho
Ongki’s last writing..Dual boot Windows XP dan Ubuntu di VMware
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:41
@Ongki, silakan menikmati….
[Reply]
waw.. aku baru tau.. maklum gak updet masalah band2 indie.. hihihihi.. band indie aja gak updet apalagi ben luar negeri.. hahahhahaha
salam kenal blo…
kacrut’s last writing..sial .. sekali lagi sial..
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:41
@kacrut, band ini bagus kok.
[Reply]
Ak rung tau krungu kie….
koyok po tho lagune…
Wongbagoes’s last writing..Politik Kampus Kembali Memanas
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:43
@Wongbagoes, monggo dirungokaken….
[Reply]
Emang bagus yaa..? Musik2 underground gitu bukan sih? Judulnya lucu2, sepertinya bener2 band indie yang independent :)
siwi’s last writing..Where 2008 ends :)
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:44
@siwi, ndak underground kok….
[Reply]
ah nama band yang sama sekali ndak keren!
det’s last writing..Pengumuman Pemenang Banner Kapanlagi.Com
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:45
@det,
[Reply]
Wah, btw domain baru nih sepertinya :)
Yunan’s last writing..I’m on vacation (again)
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:46
@Yunan, iya Mas.
[Reply]
udah beli albumnya mas….
keren bgt..lebih dewasa, lebih menggigit…
mantapz…
muam’s last writing..Sebuah bahasa hati
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:47
@muam, bravo ERK!
[Reply]
Cuma suka lagu “Lagu cinta Melulu” hehehehe, itu aneh banget …
Fenty’s last writing..Annual things …
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:48
@Fenty, Jatuh Cinta itu Biasa Saja….
[Reply]
duh,,kirain efek rumah kaca beneran
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:49
@arafi, lah ini apa ndak beneran?
[Reply]
[Reply]
klo menyimak dari discography nya kayaknya nih band hampir sealiran ama BLUKUTHUQ band asal surabaya
sama2 mengkritik menggunakan media lagu
warok_suromenggolo’s last writing is si buruk rupa itu…
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:50
@warok_suromenggolo, toss. saya suka blukuthuq yang soup verse ship
[Reply]
[...] Jogja kulalui sendiri. Sebentar-sebentar kudengar Denologis menyanyikan lagu Hujan Jangan Marah-nya Efek Rumah Kaca dan Dafhy nggendhing atau sholawatan. Huh. Benar-benar sendiri dan kehilangan jejak. Tapi, tak [...]
Ah saya kira apa. Heheheh.
Rian Xavier’s last writing is Kerja PR~
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:51
@Rian Xavier, apa?
[Reply]
Yup! I like this band sooooo much!
Kutunggu selalu lagu-lagu terbaruna…
OOT:
Kita tukeran link ya bos… Dah ta’ taro linknya di blogroll. ;)
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
June 20th, 2009 at 13:52
@GiE,
[Reply]
[...] Ini mosi tidak percaya Jangan anggap kami tak berdaya Ini mosi tidak percaya Kami tak mau lagi diperdaya (Efek Rumah Kaca – Mosi Tidak Percaya) [...]
[...] *Efek Rumah Kaca – Banyak Asap di Sana Comment me Comment RSS Previous: Putra Presiden difitnah? Next: Roll of the Role [...]
[...] jaman modern yang serba canggih ini, mesin seolah sudah menjadi sahabat manusia. Kecepatan perkembangan dan [...]
blajar komentar
jidat´s last blog ..bokep & chatting mengenalkanku internet
[Reply]
denologis yang biasasaja Reply:
July 16th, 2009 at 11:22
@jidat, wong aneh
[Reply]